The Future of the Open Source CRM

Update May 2020: With the current situation on COVID-19 Pandemic, Online ERP is a viable solution to help businesses to run management of main business processes online. Administration can be managed even if your staffs are WFH, click here for WGSHub’s curated selection of ERPs.​

Biaya di Cloud vs On-Premise (TCO)

Pada artikel ini, saya akan membahas langkah-langkah dalam menghitung dan membandingkan TCO antara cloud infrastructure dengan on-premise data center.

Model dari komputasi awan adalah bahwa perusahaan pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya modal untuk membangun data center, namun hanya perlu membayar biaya operasional sebanyak sumber daya yang digunakan setiap bulannya.

Langkah pertama dalam menghitung TCO, adalah dengan melisting semua IT aset perusahaan, dan kelompokkan. Yang mana yang rahasia, yang perlu dishare dengan pelanggan, yang low-impact, dsb. Kemudian identifikasi, komponen mana yang paling mudah dipindahkan ke Cloud terlebih dahulu, atau yang segera membutuhkan skalabilitas, atau yang kapasitasnya segera habis. Melalui langkah kecil, Anda membangun kepercayaan dalam organisasi terhadap komputasi awan.

Langkah kedua adalah mempertimbangkan biaya terselubung yang selalu ada dalam on-premise data center: server hardware, network hardware, hardware maintenance; software OS, database, virtualization, security; power dan cooling, raised floor, data center space; personel support dan administrator; storage dan redundancy (Disaster Recovery); konektivitas inter dan intra data center. Dalam administasi hardware saja, Anda dibebankan dengan procurement, seleksi dan evaluasi vendor, dan pengiriman pemasangan (yang kadang berminggu-minggu).

Langkah ketiga adalah mengetahui bahwa dari sisi harga, penyedia komputasi awan global seperti Amazon Web Services, memiliki infrastruktur data center fisik di seluruh dunia, dan mereka menambah sangat banyak infrastruktur fisik setiap tahunnya. Sehingga, bukannya harga komputasi awan naik setiap tahun, tapi malah selalu turun, dengan skala ekonomisnya yang masif.

Langkah keempat adalah memanfaatkan fleksibilitas billing yang disediakan. Pada on-premise infrastruktur, Anda membeli kapasitas sesuai prediksi Anda, jadi ada dua kemungkinan: Anda membeli terlalu banyak, atau terlalu sedikit. Pada Cloud, Anda cukup membeli yang Anda perlukan saat ini, dan biarkan sistem scaling secara otomatis bila dibutuhkan. Tahukah Anda, Dropbox, Pinterest, Instagram tidak memiliki data center sendiri, namun mereka mampu melayani jutaan pengguna dan data yang sangat masif, melalui Cloud?

Langkah kelima adalah melihat intangible cost saving tambahan yang Anda dapatkan dari Cloud. Contoh, penyedia komputasi awan global memiliki standar keamanan tingkat dunia secara fisik, juga memiliki sertifikasi seperti ISO27001, PCI-DSS, SOC1. Dengan menggunakan Cloud, Anda bisa memanfaatkan ini mulai dari beberapa puluh dolar saja.

Notes from ICION “Data Protection and Cloud Solutions Day”

Advantages of Running a Windows Server Environment on AWS

Many companies have made large investments in on-premise, Microsoft-oriented network structures but are looking for ways to lower IT overhead. Furthermore, some companies are small, on the verge of growing, and looking to create an scalable IT infrastructure. Both classes of business benefit greatly from infrastructure-as-a-service (IaaS), the practice of using cloud-based, provider-managed systems in order to reduce IT costs and improve flexibility. Let us take a look at some of the advantages of using one of the leading IaaS platforms, Amazon Web Services (AWS), as a Windows Server environment.

The Value of AWS Consulting

    Newsroom Subscription

    Popular Post

    Posts by Tag

    See all