‘Bakar Uang’ Atau ‘Bakar Perusahaan’?

Posted by Darwis on Nov 19, 2021 4:42:11 PM
Darwis

Cara paling cepat bagi sebuah perusahaan untuk melakukan akuisisi pelanggan itu salah satunya dengan menggunakan strategi ‘bakar uang’. Namun perlu diingat, pembakaran uang atau pengeluaran dana ini harus dilakukan dengan hati-hati agar perusahaan tidak ‘terbakar’ lebih dulu sebelum waktunya mendapatkan keuntungan. Praktik ini merupakan hal yang lumrah dan banyak digunakan pada startup-startup yang baru muncul. Tapi dengan syarat, startup tersebut sudah melewati proses pengembangan produk yang sudah teruji. Kalau belum, strategi ‘bakar uang’ ini justru akan menjadi strategi bakar diri yang akan mematikan perusahaan.

Untuk apa startup bakar uang? Ada berbagai alasan, salah satunya seperti penjelasan di atas, yaitu untuk akuisisi pelanggan. Beberapa alasan lainnya ada yang mengatakan untuk mengubah gaya hidup dari pelanggannya. Contohnya, di perusahaan penyedia jasa ojek online. Agar konsumen bisa merasakan perbedaan menggunakan angkutan umum dan ojek online, maka diperlukan pemanis berupa diskon atau bahkan gratis berkendara dengan mitra ojek online tersebut. Dengan membiarkan pelanggan “mencicipi” gratis dari sebuah layanan / produk, ada harapan pelanggan tersebut akan terus bersama walaupun sudah tidak gratis lagi. Hal yang terpenting dalam praktik bakar uang itu adalah bagaimana mengatur supaya uang yang dikeluarkan tersebut menghasilkan efek yang positif bagi perusahaan.

Problem lain yang diakibatkan oleh strategi bakar uang adalah stabilitas aplikasi. Ketika pelanggan sudah banyak mengakses aplikasi yang sama, maka yang akan terjadi server akan overload atau aplikasi menjadi tidak responsif atau galat. Problem ini menjadi hal yang menakutkan bagi startup, karena pelanggan yang sudah didapatkan bisa jadi berpindah ke pesaing karena aplikasi yang tidak stabil.

Jika belum ada pesaing, praktek bakar uang ini masih bisa dikontrol dengan benar sehingga tidak mengganggu keuangan perusahaan. Akan tetapi jika pesaing sudah mulai bermunculan dan menggunakan taktik yang sama, maka hukum rimba lah yang berlaku. Siapa yang kuat bakar uang dialah yang bertahan. Inilah yang menyebabkan startup banyak yang tumbang silih berganti, karena kehabisan uang untuk dibakar dan tidak mendapatkan pendanaan kembali di waktu yang tepat.

Problem-problem seperti ini yang ingin dipecahkan oleh Venture Builder. Ada beberapa strategi yang bisa diterapkan di dunia startup seperti pengaplikasian Minimum Viable Product (MVP), scale-up strategy, dan lainnya. Di WGS Hub kami berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga agar tidak ada pengeluaran yang tidak terkontrol. Strategi bakar uang ini adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari di startup kami, maka yang kami lakukan adalah mengontrolnya dengan ketat agar menjadi pengeluaran yang produktif.

Topics: Startup, IT, digital business, strategi bisnis