Dengarkan pelangganmu, Tirulah Spiderman : No Way Home

Posted by Darwis on Feb 11, 2022 7:00:00 AM
Darwis

Ada yang belum menonton film Spiderman: No Way Home? Jika belum, saya sarankan untuk tontonlah filmnya. Memang menarik, dan ada yang lebih menarik lagi: film tersebut merupakan film yang diciptakan untuk memuaskan para penggemar Spiderman Universe yakni Spiderman 1, 2 dan 3 yang dibintangi oleh Tobey Maguire, dan juga Amazing Spiderman 1 dan 2 yang dibintangi oleh Andrew Garfield.

Dalam benak para penggemar franchise Spiderman - sama seperti superhero ikonik lainnya yang sering sekali mendapatkan pembuatan ulang seperti Batman dan Superman - tiap generasi ada pembaharuan walaupun secara jalan cerita masih seputar tema yang sama. Marvel Studio tentu melihat kejenuhan dari para penggemar superhero yang terus menerus disuguhi film reproduksi. Namun alih-alih mereproduksi Spiderman dengan jalan cerita yang sama, Marvel Studio membuat gebrakan baru yaitu menyatukan sekaligus menjawab kerinduan para penggemar Spiderman dengan cara membuat imajinasi baru, yaitu Multiverse.

Dengan menyatukan film-film Spiderman yang pernah dibuat oleh Sony Pictures di masa lampau, Marvel Studio telah menyatukan penggemar film Spiderman lintas generasi dan membuat sesuatu yang terasa baru di dalamnya. Apa yang dilakukan Marvel Studio ini berbuah manis. Penjualan tiket Spiderman: No Way Home menembus Box Office di angka $1,81 milyar.

Keuntungan besar Marvel Studio ini memiliki resep yang sudah menjadi rahasia umum, yaitu “Dengarkan kata pelanggan”. Ada 64.2 juta Small Medium Enterprise (SME) yang ada di Indonesia per tahun 2021, tapi hanya ada 15,3 juta SME atau sekitar 23,9% yang sudah masuk ke dalam Ekosistem Digital. Padahal jika kita menilik data Google Economic SEA di semester tahun 2021, ada 21 juta konsumen digital baru. Dan yang mengejutkan dari laporan tersebut, ada 72% pengguna digital baru berasal dari non-metro area. Ini artinya ada 15,2 juta konsumen digital baru yang bukan berasal dari kota-kota besar di Indonesia.

Ini mencerminkan bahwa sudah saatnya bisnis yang kita geluti untuk Go Digital atau setidaknya punya satu website yang mencerminkan perusahaan. Sudah menjadi kebiasaan di era pandemi ini jika kita mencari sesuatu dengan melakukan Googling. Sampai kapan bisnis Anda bertahan, jika produk Anda sendiri tidak ditemukan di internet? Maka lakukanlah Transformasi Digital sesegera mungkin sebelum semuanya terlambat. Apabila Anda membutuhkan bantuan untuk mempercepat transformasi digital perusahaan Anda, hubungi kami sekarang juga.

Topics: Startup, digital transformation, business, digital business

    Newsroom Subscription

    Popular Post